GUA MARIA SENDANGSONO MAGELANG

Posted by GK-group Saturday, 4 January 2014 0 comments


Gua Maria Sendangsono adalah salah satu tempat wisata religi bagi umat katholik di seluruh dunia. Selain bagi umat Buddha di seluruh Dunia, Magelang juga menarik di kunjungi para umat agama Katholik di seluruh Indonesia,bahkan di seluruh dunia karena tak jauh dari Wilayah Borobudur terdapat tempat wisata Rohani bagi umat Katholik berupa sebuah Gua Maria yang terletak di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Gua Maria Sendangsono dikelola oleh Paroki St. Maria Lourdes di Promasan, barat laut Yogyakarta.

Sendangsono sangat ramai dikunjungi umat Katholik dari seluruh Indonesia terutama pada bulan Mei dan bulan Oktober,bagi umat Katholik yang dikenal dengan bulan Maria.Selain berdoa, pada umumnya para peziarah mengambil air dari sumber. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan penyakit.

Catatan terkait memperlihatkan, Sendangsono awalnya merupakan tempat pemberhentian (istirahat sejenak) para pejalan kaki dari Kecamatan Borobudur Magelang ke Kecamatan Boro (Kulon Progo), atau sebaliknya. Tempat itu banyak dikunjungi karena keberadaan sendang (mata air) yang muncul di antara dua pohon sono.

Keberadaan Sendangsono tak luput dari peran Romo Van Lith SJ, rohaniawan asal Belanda yang lama tinggal di Pulau Jawa. Hal itu juga menandakan bahwa Sendangsono tidak bisa dilepaskan dari lingkaran sejarah Gereja Katolik di Pulau Jawa mengingat Romo Van Lith sendiri merupakan salah satu rohaniwan yang menyebarkan ajaran Katolik di Pulau Jawa.


Semua berawal dari seorang Sarikromo muda yang gemar mencari ngelmu kejawen memiliki kebiasaan bertapa di tempat-tempat wingit. Suatu hari, Sarikromo menderita sakit “cecek” yang tak bisa disembuhkan. Setelah mengalami sebuah penampakan, Sarikromo memutuskan untuk mencari obat dengan ngesot menuju ke arah Timur Laut. Berbagai godaan dan tantangan dihadapi Sarikromo sampai ia bertemu dengan Br. Kersten dan Romo Van Lith. Di Muntilan itulah Sarikromo sembuh dan tertarik untuk menjadi seorang Katolik. Ia dibabtis pada tanggal 20 Mei 1904 bersama 3 orang temannya.Ketertarikannya itu takterbendung. Bahkan, dengan bekal sebuah Kitab Suci pemberian Romo Van Lith ia menceritakan kisah hidupnya dan mengajar orang-orang di sekitar perbukitan menoreh. Tantangan tak pernah berhenti. Tetapi Barnabas Sarikromo telah bertekad untuk mengabdikan hidupnya untuk mewartakan Kristus di Menoreh. Akhirnya, 171 orang dibabtis di sebuah sendang di bawah pohon sono pada tanggal 14 Desember 1904.”


Dua puluh lima tahun kemudian tepatnya 6 Gesember 1929 Sendangsono dinyatakan resmi menjadi tempat penziarahan oleh Romo J.B. Prennthaler SJ.Patung Bunda Maria di Sendangsono dipersembahkan oleh Ratu Spanyol yang begitu susahnya diangkat beramai-ramai naik dari bawah Desa Sentolo oleh umat Kalibawang.

Pada 1945 Pemuda Katolik Indonesia berkesempatan berziarah ke Lourdes, dari sana mereka membawa batu tempat penampakan Bunda Maria untuk ditanamkan di bawah kaki Bunda Maria Sendangsono sebagai reliqui sehingga Sendangsono disebut Gua Maria Lourdes Sendang Sono.

Dibangun secara bertahap sejak tahun 1974, hanya dengan mengandalkan sumbangan umat. Budayawan dan rohaniawan, YB Mangunwijaya yang memberi sentuhan arsitektur. Konsep pembangunan kompleks Sendangsono ini bernuansa Jawa, ramah lingkungan. Bahan bangunannya memanfaatkan hasil alam.
Tahun 1991, kompleks bangunan Sendangsono mendapat penghargaan arsitektur terbaik dari ikatan arsitek Indonesia, untuk kategori kelompok bangunan khusus.

Pada 17 Oktober 2004, diadakan suatu prosesi dan misa ekaristi kudus pada jam 10.00 oleh Mgr. Ignatius Suharyo Pr untuk memperingati 100 tahun Sendangsono.



Kompleks ziarah

Sendangsono terletak beberapa kilometer dari jalan raya, masuk ke jalan yang lebih kecil, dibeberapa tempat jalan rusak sedikit tetapi mobil sedan masih bisa lewat dengan mulus dan jalan turun naik lumayan tinggi.

Memasuki jalan menuju lokasi seperti biasa di kiri kanan terdapat penjual barang-barang rohani, anda mungkin bisa membeli lilin atau jerigen atau botol berbentuk patung Bunda Maria untuk menyimpan air Sendangsono.

Komplek ziarah yang luasnya hampir 1 hektar ini. Dari pintu gerbang masuk, peziarah akan melewati Jalan Salib besar. Jalan salib besar ini berawal di gereja yang ada di bawah, beberapa ratus meter sebelum lokasi parkir Sendangsono ada jalan menuju ke bawah yang petunjuknya meskipun kurang jelas dan kecil tertulis gereja. Dari gereja inilah asal jalan salib lama tersebut. Jarak jalan salib ini sekitar 1 kilometer.

Di sebelah kanan dibangun jalan salib baru yang lebih kecil dalam arti jarak satu perhentian ke perhentian lain sangat dekat hanya beberapa langkah saja. Diorama-diorama kisah sengsara Yesus Kristus berbentuk kecil saja dan dinaungi semacam atap.

Di akhir jalan salib, akan memasuki pelataran yang di tengahnya dibagian bawah terdapat keran air untuk mengambil air dari mata air Sendangsono, yang terletak di sebelah atasnya, sumber mata airnya yang dibentuk seperti sumur ditutup.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: GUA MARIA SENDANGSONO MAGELANG
Ditulis oleh GK-group
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://oplosancampurcampur.blogspot.com/2014/01/gua-maria-sendangsono-magelang_4.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Oplosan Campur campur.