KARPET KOTOR & KEHANGATAN KELUARGA
Wednesday, 1 January 2014
0
comments
Ada seorang
ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian,
makanan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah
tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat
menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu
masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya
kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak
sepatu di atas karpet, suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal
dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.
Atas saran
keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog yang sangat terkenal di kotanya,
dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian,
Sang psikolog tersenyum & berkata kepada sang ibu :
“ Baiklah bu, sebagai seorang wanita saya
mengerti betul yang ibu rasakan, sekarang coba ibu tutup mata dan ibu bayangkan
apa yang akan saya katakan “
Ibu itu kemudian menutup matanya.
“
Sekarang ibu bayangkan rumah ibu yang tertata rapih, karpet ibu yang sangat bersih
mengembang, tal ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?”
Sambil tetap
menutup mata, senyum ibu itu merekah , mukanya yang murung berubah cerah, ia
sedang membayangkan semua gambaran dari psikolog tersebut, ia tampak senang
dengan bayangan yang dilihatnya.
Lalu sang
psikolog melanjutkan;
“ Itu
artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak,
tak terdengar guaru canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sangat bersih dab
rapih, tetapi sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi “.
Seketika muka
ibu itu berubah keruh, senyumnya yang tadi kelihatan mengembang langsung
menghilang, napasnya mengandung isak, Perasaanya terguncang, Pikirannya
langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan
anak-anaknya.
“
Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di
sana, artinya suami dan anak-anak ibuada di rumah, orang-orang yang ibi cintai
adabersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu “.
Ibu itu mulai
tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tersebut.
“
Sekarang bukalah mata ibu “, Ibu itu membuka matanya “ Bagaimana,
apakah karpet kotor menjadi masalah buat ibu? “
Ibu itu
tersenyum dan menggelengkan kepalanya ;
“ Aku tahu maksud Anda “ ujar sang ibu, “
Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negative dapat
dilihat secara positif”.
Sejak saat
itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap
melihat jejak sepatu disana ia tahu, keluarga yang dikasihinya ada di rumah dan
rumah menjadi hangat dengan canda dan gurauan mereka.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: KARPET KOTOR & KEHANGATAN KELUARGA
Ditulis oleh GK-group
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://oplosancampurcampur.blogspot.com/2014/01/karpet-kotor-kehangatan-keluarga_1.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh GK-group
Rating Blog 5 dari 5

0 comments:
Post a Comment